Blog untuk Pendidikan

Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

BRizey Printing: Percetakan Banner/ Spanduk/ Baliho Termurah di Pontianak

Foto Binardi Complaint.


SampanPesisir - Percetakan yang termurah di Pontianak ini sangat cocok untuk Anda yang ingin mencetak banner/baliho/spanduk, karena di tempat ini ditawarkan harga murah. Tidak hanya percetakan banner/baliho/spanduk saja yang tersedia, toko ini menyediakan juga jasa sablon kaos satuan/lusinan, cetak stiker murah, buat stempel laser dan lain-lain.

Harga cetak Banner/ Baliho/ Spanduk hanya:
Rp 20.000,- /m2

Bagi Anda yang berminat silakan hubungi No Hp/WA 089699918466
Alamat di Jalan A.Yani komplek Politeknik Negeri Pontianak atau di Jalan Paris 2, Gg Selasih Pontianak

Rabu, 16 September 2015

Graphical User Interface ( GUI )


SampanPesisir - Di bawah ini penulis akan membagikan apa itu Graphical user Interface (GUI)? Baiklah, langsung saja simak di bawah ini yaa..
1.1.      Materi

Tidak ada multimedia interaktif tanpa GUI. GUI merupakan suatu komponen penting di dalam aplikasi komputer modern. GUI merupakan suatu perantara atau antar muka (interface) berbentuk grafis antara pengguna dengan komputer. GUI selain berfungsi untuk memudahkan pengguna ketika menggunakan aplikasi juga berfungsi untuk menambah nilai estetika suatu aplikasi. Hampir semua aplikasi komputer modern berbasis window[1]selalu memanfaatkan GUI. Aplikasi multimedia pembelajaran yang banyak menyertakan interaktivitas tentu saja banyak menggunakan GUI.

GUI memiliki banyak komponen seperti: button, radio button, check button, combo box,menu, tabbed panel, tree, dan sebagainya. Komponen-komponen ini sering disebut juga sebagai widget[2]. Sekarang mari kita lihat komponen-komponen tersebut berikut fungsinya ( tabel 1).


No
Nama widget
Tampilan
Fungsi
1
Button


Menjalankan suatu aksi. Karena itu teks pada button biasanya berisi kata perintah (kata kerja) seperti �Enter�, �Exit�, �Reset�, dsb

2
Radio Button
Memilih hanya satu pilihan diantara 2 atau lebih pilihan.

Jumlah pilihan pada radio button umumnya 3 atau 4 pilihan saja. Jika jumlah pilihan lebih dari 4 maka combo box merupakan widget yang lebih tepat digunakan.

3
Check Button


Memilih satu atau lebih diantara  banyak pilihan (terdiri dari 2 atau lebih pilihan).

Pemanfaatan check button memungkinkan untuk memilih semua pilihan.




4
Combo Box
Memilih salah satu diantara beberapa pilihan di mana jumlah pilihan cukup banyak sehingga tidak efisien bila diberikan dalam bentuk radio button.

5
Menu

Isi dari suatu aplikasi bisa ditampilkan dengan bantuan ikon, namun adakalanya isi terlalu banyak sehingga lebih efisien bila ditampilkan dengan bantuan menu. Umumnya letak menu ada pada bagian kiri atas dari suatu tampilan.

6
Toolbar




Toolbar sebenarnya berfungsi sebagai pelengkap dari menu. Isi dari suatu menu mungkin saja banyak akan tetapi tidak semuanya diperlukan setiap saat oleh pengguna. Untuk memudahkan pengguna mengakses menu-menu yang sering digunakan maka disediakan suatu toolbar yang umumnya memiliki suatu simbol yang melambangkan fungsi dari menu yang diwakilinya. Simbol ini sering kali disebut sebagai metafor.

7
Tabbed Panel


Adakalanya suatu menu memiliki sub-submenu yang saling berkaitan. Salah satu cara yang baik untuk menampilkan sub-submenu tersebut adalah dengan bantuan suatu tabbed panel. Disebut tabbed panel karena untuk mengaksesnya dapat digunakan tombol TAB

8
Tree

Mungkin saja isi suatu aplikasi sangat banyak sehingga tak dapat ditampilkan oleh  menu dengan efisien. Cara menampilkan isi semacam ini adalah dengan bantuan tree. Ensiklopedia adalah salah satu program yang banyak memanfaatkan tree.


Tabel 1. Berbagai widget dan fungsinya


1.2.  Kegiatan

Ajak peserta pelatihan untuk :
-          Berdiskusi mengenai peran GUI di dalam kemudahan menggunakan suatu aplikasi.
-          Memberikan berbagai contoh implementasi GUI yang tepat dan tidak tepat di dalam suatu aplikasi komputer.
-          Berdiskusi mengenai pentingnya suatu GUI di dalam menyampaikan materi pembelajaran




[1]   Kata window tidak hanya merujuk pada aplikasi yang berjalan di sistem operasi Windows saja tetapi juga pada sistem operasi lain yang menggunakan tampilan-tampilan window seperti halnya Mac , Unix , atau Linux.
[2]   Widget merupakan singkatan dari window gadget.

DEFINISI MULTIMEDIA

Materi mengenai oscilloscope di dalam
suatu program multimedia pembelajaran 

DEFINISI MULTIMEDIA

1.1.  Materi

Multimedia sebenarnya adalah suatu istilah generik bagi suatu media yang menggabungkan berbagai macam media baik untuk tujuan pembelajaran maupun bukan. Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, bahkan simulasi. Tay (2000) memberikan definisi multimedia sebagai :

Kombinasi teks, grafik, suara, animasi dan video. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol maka hal ini disebut multimedia interaktif.

Lalu bagaimana dengan istilah multimedia pembelajaran? Hooper (2002)  menyebutkan bahwa multimedia sebagai media presentasi berbeda dari multimedia sebagai media pembelajaran. Media presentasi tidak menuntut pengguna berinteraktivitas secara aktif  di dalamnya; sekalipun ada interaktivitas maka interaktivitas tersebut adalah interaktivitas yang samar (covert). Media pembelajaran melibatkan pengguna dalam aktivitas-aktivitas yang menuntut proses mental di dalam pembelajaran. Dari perspektif ini aktivitas mental spesifik yang dibutuhkan di dalam terjadinya pembelajaran dapat dibangkitkan melalui manipulasi peristiwa-peristiwa instruksional (instructional events) yang sistematis. Di sini Hooper secara tegas menyatakan peran penting suatu desain instruksional di dalam multimedia pembelajaran (educational multimedia). Dengan demikian multimedia pembelajaran adalah paket multimedia interaktif di mana di dalamnya terdapat langkah-langkah instruksional yang didisain untuk melibatkan pengguna secara aktif di dalam proses pembelajaran.

Istilah yang spesifik bagi suatu paket pembelajaran berbasis komputer adalah CAI (Computer Assisted Instruction), CAL (Computer Assisted Learning) atau CBL (Computer Based Learning). Paket-paket ini tidak secara eksplisit mencantumkan multimedia di dalamnya. Jadi bisa saja paket-paket tersebut memang merupakan multimedia dalam arti luas (mengandung teks, audio, animasi, video, bahkan simulasi) atau hanya terbatas mengandung beberapa media seperti teks dan gambar saja. Apapun media yang dikandungnya, ketiganya secara eksplisit menekankan adanya instruksional yang didesain di dalamnya. Dengan kata lain di dalam pengembangan CAI, CAL atau CBL suatu desain instruksional menjadi kerangka yang mencirikan paket-paket tersebut. Paket yang dirancang dengan pendekatan behavioristik tentu berbeda dengan paket dengan pendekatan kognitif. Sekalipun ketiganya memiliki kesamaan tetapi dari nama yang dikandungnya ketiganya memiliki arti yang berbeda.

Sangat penting bagi seorang pengembang multimedia pembelajaran untuk mengetahui makna dari istilah-istilah seperti CAI, CAL dan CBL. Pemahaman akan istilah-istilah ini penting dalam menentukan paket mana yang akan dikembangkan dan instruksi macam apa yang akan diberikan. CAI, secara umum, bermakna instruksi pembelajaran dengan bantuan komputer yang memiliki karakteristik yang khas : menekankan belajar mandiri, interaktif, dan menyediakan bimbingan (Steinberg, 1991). CAL memiliki arti dan karakteristik yang senada dengan CAI (Rieber, 2000). Sekalipun di sini CAI atau CAL menekankan belajar mandiri hal ini tidak serta merta menunjukkan bahwa CAI atau CAL merupakan suatu medium utama dalam pembelajaran. Pada kenyataannya CAI atau CAL lebih banyak berfungsi sebagai medium pengayaan (enrichment) bagi medium utama, baik medium utama tersebut adalah guru yang mengajar di depan kelas atau buku pelajaran utama yang wajib dibaca oleh siswa. Sementara CBL , sesuai dengan namanya, menunjukkan bahwa komputer dipakai sebagai medium utama dalam memberikan pembelajaran. Pada CBL sebagian besar kandungan dari pembelajaran (the bulk of the content) memang disampaikan melalui medium komputer (Rieber, ibid). CBL, misalnya,  cocok diberikan pada kasus pendidikan jarak jauh. Perbedaan arti dari CAI, CAL dan CBL ini tentu saja mempengaruhi desain instruksional yang dirancang bagi paket-paket tersebut.




1.2. Kegiatan

Topik diskusi

Ajak peserta pelatihan untuk:
-          Mendefinisikan multimedia pembelajaran menurut persepsi mereka.
-          Mendiskusikan alasan-alasan atau kriteria-kriteria tertentu yang mereka pertimbangkan dalam merumuskan definisi.
-          Peran desain instruksional di dalam multimedia pembelajaran.



2.   INTERAKTIVITAS DI DALAM MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

2.1.      Materi

Multimedia memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan media-media lainnya seperti buku, audio, video atau televisi. Keunggulan paling menonjol yang dimiliki multimedia adalah interaktivitas. Bates (1995) menekankan bahwa diantara media-media lain interaktivitas multimedia atau media lain yang berbasis komputer adalah yang paling nyata (overt). Interaktivitas nyata di sini adalah interaktivitas yang melibatkan fisik dan mental dari pengguna saat mencoba program multimedia. Sebagai perbandingan media buku atau televisi sebenarnya juga menyediakan interaktivitas, hanya saja interaktivitas ini bersifat samar (covert) karena hanya melibatkan mental pengguna.

Interaktivitas mental adalah interaktivitas di mana pengguna mencoba memahami materi dengan cara menangkap informasi-informasi yang ditampilkan, mengolah dan menyimpannya dalam otak. Keberhasilan seorang pengguna melakukan interaktivitas mental tergantung pada seberapa baik instruksi pembelajaran yang dirancang.

Interaktivitas secara fisik dalam multimedia pembelajaran bervariasi dari yang paling sederhana hingga yang kompleks. Interaktivitas sederhana misalnya menekan keyboard atau melakukan klik dengan mouse untuk berpindah halaman (display) atau memasukkan jawaban dari suatu latihan yang diberikan oleh komputer. Interaktivitas yang komplek misalnya aktivitas di dalam suatu simulasi sederhana di mana pengguna bisa mengubah-ubah suatu variabel tertentu atau di dalam simulasi komplek di mana pengguna menggerakkan suatu joystick untuk menirukan gerakan mengemudikan pesawat terbang.

Keunggulan multimedia di dalam interaktivitas adalah media ini secara inheren mampu memaksa pengguna untuk berinteraksi dengan materi baik secara fisik dan mental. Tentu saja kemampuan memaksa ini tergantung pada seberapa efektif instruksi pembelajaran mampu menarik pengguna untuk mencoba secara aktif pembelajaran yang disajikan. Sebagai contoh adalah program multimedia pembelajaran yang berisi materi mengenai oscilloscope[1] yang ditunjukkan pada gambar.1 di bawah ini. Dengan menggunakan multimedia pembelajaran pengguna akan diajak secara langsung mencoba dan menggunakan simulasi oscilloscope yang tersedia. Berbeda halnya jika materi yang sama disajikan dengan buku atau video. Dalam hal ini pengguna hanya pasif (secara fisik) melihat bagaimana cara menggunakan oscilloscope ditampilkan. Aktivitas mental ( pengguna menyerap cara menggunakan dan mengatur oscilloscope) mungkin terjadi akan tetapi aktivitas fisik (dalam hal ini mencoba sendiri cara mengatur oscilloscope) tidak terjadi. Dengan kata hal lain - dalam hal suatu simulasi � dengan menggunakan multimedia pembelajaran pengguna akan mencoba secara langsung bagaimana sesuatu terjadi.




[1] Suatu piranti elektronik yang berguna untuk melihat bentuk grafik , mengukur tegangan dan frekuensi dari suatu sinyal listrik. 

Beberapa keuntungan simulasi di dalam multimedia pembelajaran adalah :
�   Menirukan suatu keadaan nyata yang bila dihadirkan terlalu berbahaya ( misal simulasi reaktor nuklir)
�   Menirukan suatu keadaan nyata yang bila dihadirkan terlalu mahal (misal simulasi pesawat udara)
�   Menirukan keadaan yang sulit untuk diulangi secara nyata (misal letusan gunug berapi atau gempa bumi)
�   Menirukan keadaan yang jika dilakukan secara nyata memerlukan waktu yang panjang (misal pertumbuhan tanaman jati)
�   Menirukan kondisi alam yang ekstreem (misal kondisi di kutub)
�   Dan sebagainya.

Manfaat multimedia pembelajaran bagi pengguna diantaranya adalah (Fenrich, 1997):                   
�   siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan , kesiapan dan keinginan mereka. Artinya pengguna sendirilah yang mengontrol proses pembelajaran.
�   siswa belajar dari  tutor yang sabar (komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan dari siswa.
�   siswa akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang seketika.
�   siswa menghadapi suatu evaluasi yang obyektif melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan.
�   siswa menikmati privasi di mana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan.
�   Belajar saat kebutuhan muncul (�just-in-time� learning).
�   Belajar kapan saja mereka mau tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.


2.2. Kegiatan

Usai memberikan materi lakukan diskusi dengan peserta mengenai interaktivitas dan manfaat multimedia pembelajaran. Isu-isu yang mungkin bisa dijadikan materi diskusi misalnya :
-          Benarkah interaktivitas di dalam multimedia memang merangsang siswa untuk terlibat aktif di dalam proses pembelajaran.
-          Interaktivitas seperti apa (dan contoh-contohnya) yang mampu membantu siswa menguasai materi yang diajarkan.
-          Manfaat multimedia pembelajaran bagi siswa
-          Manfaat multimedia pembelajaran bagi guru
-          Apakah harga paket multimedia yang relatif tinggi sudah sepadan dengan manfaat dari sisi pembelajaran ?

Kamis, 19 Februari 2015

RUANG MULTIMEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Ruang multimedia adalah suatu ruangan dimana terdapat berbagai peralatan komunikasi elektronik guna menunjang proses pembelajaran. Peningkatan mutu pembelajaran adalah bertambahnya kualitas penyampaian materi pendidikan sehingga siswa lebih mudah dalam menangkapnya.

Standar Internasional pembelajaran berbasis ICT dapat dilaksanakan, salah satunya dengan penggunaan ruang multimedia yang tersedia di sekolah. Ruang multimedia yang dimaksudkan adalah ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa komputer yang cukup representatif untuk seluruh siswa dalam satu kelas dan sudah disetting dengan LAN (Local Area Network), LCD untuk menayangkan presentasi guru, headphone di tiap komputer untuk mendengarkan suara guru dari komputer induk, mikrophone dan sound sistem yang berfungsi sebagai pengeras suara sehingga dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas, sambungan internet, printer, AC (Air Conditioning).

Dalam proses pembelajaran menggunakan ruang multimedia, bentuk-bentuk informasi yang dapat ditampilkan berupa kata-kata, gambar, video, musik, angka, atau tulisan tangan. Bagi komputer, bentuk informasi tersebut, semuanya diolah dari data digital. Sehingga memudahkan siswa menyerap dan mengingat materi-materi yang disampaikan dalam proses pembalajaran.

Adapun komponen yang perlu dipersiapkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:
� Sarana elektronik (komputer/laptop, LCD, headphone dan lain-lain)
� Kemauan siswa dan guru untuk melakukan renovasi pembelajaran
� Sumber daya manusia (guru dan siswa)
� Kesiapan sekolah untuk menanggung beban operasional dan biaya perawatan. 

Jenis kegiatan/tugas guru yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:
  1. Menyampaikan materi (presentasi). Salah satu bentuk tugas yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah menyampaikan materi pelajaran menggunakan media komputer/laptop dan LCD. Materi disampaikan kepada siswa dengan menayangkan materi pada layar dan siswa dapat mengikuti bersama-sama. Keterampilan yang dapat digunakan yaitu dengan mengolah materi menggunakan program MS Power Point. Kemudian dapat dikembangkan lagi menggunakan program Windows Movie Maker, Ulead VideoStudio dan lain-lain. Bahkan dengan menayangkan video yang berhubungan dengan materi juga bias dilakukan tanpa guru.
  2. Memutar lagu/musik disela-sela kegiatan belajar siswa, misalnya saat siswa mengakses materi pelajaran melalui internet.
  3. Memutar video yang berkaitan dengan materi pembelajaran
  4. Menampilkan gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
  5. Mengirim informasi/pesan dari guru (komputer server) ke siswa (komputer client).
  6. Mengirim tugas/ulangan kepada siswa dan mengumpulkannya kembali melalui komputer server.
  7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses materi melalui internet.
  8. Menggunakan ruang ini sebagai laboratorium bahasa karena di dalamnya terdapat headphone yang disambungkan dengan tiap computer dan bisa mendengar suara guru dari computer server.
Upaya membuat anak betah belajar disekolah dengan memanfaatkan teknologi multimedia, merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Untuk itu, peran serta masyarakat dan orangtua , komite sekolah merupakan partner yang dapat merencanakan dan memajukan sekolah.

Kamis, 20 November 2014

Ruang Multimedia Dalam Proses Pembelajaran

SampanPesisir - Ruang multimedia adalah suatu ruangan yang terdapat berbagai peralatan komunikasi elektronik guna untuk menunjang proses pembelajaran. Peningkatan mutu pembelajaran adalah bertambahnya kualitas penyampaian materi pendidikan sehingga siswa lebih mudah dalam menangkapnya.

Standar Internasional pembelajaran berbasis ICT dapat dilaksanakan, salah satunya dengan penggunaan ruang multimedia yang tersedia di sekolah. Ruang multimedia yang dimaksudkan adalah ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa komputer yang cukup representatif untuk seluruh siswa dalam satu kelas dan sudah diatur dengan LAN (Local Area Network), LCD untuk menayangkan presentasi guru, headphone di tiap komputer untuk mendengarkan suara guru dari komputer induk, mikrophone dan sound sistem yang berfungsi sebagai pengeras suara sehingga dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas, sambungan internet, printer, AC (Air Conditioning).


Dalam proses pembelajaran menggunakan ruang multimedia, bentuk-bentuk informasi yang dapat ditampilkan berupa kata-kata, gambar, video, musik, angka, atau tulisan tangan. Bagi komputer, bentuk informasi tersebut, semuanya diolah dari data digital. Sehingga memudahkan siswa menyerap dan mengingat materi-materi yang disampaikan dalam proses pembalajaran.


Adapun komponen yang perlu dipersiapkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:
1. Sarana elektronik (komputer/laptop, LCD, headphone dan lain-lain)
2. Kemauan siswa dan guru untuk melakukan renovasi pembelajaran
3. Sumber daya manusia (guru dan siswa)
4.  Kesiapan sekolah untuk menanggung beban operasional dan biaya perawatan.

Jenis kegiatan/tugas guru yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:

  1. Menyampaikan materi (presentasi). Salah satu bentuk tugas yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah menyampaikan materi pelajaran menggunakan media komputer/laptop dan LCD. Materi disampaikan kepada siswa dengan menayangkan materi pada layar dan siswa dapat mengikuti bersama-sama. Keterampilan yang dapat digunakan yaitu dengan mengolah materi menggunakan program MS Power Point. Kemudian dapat dikembangkan lagi menggunakan program Windows Movie Maker, Ulead VideoStudio dan lain-lain. Bahkan dengan menayangkan video yang berhubungan dengan materi juga bias dilakukan tanpa guru.
  2. Memutar lagu/musik disela-sela kegiatan belajar siswa, misalnya saat siswa mengakses materi pelajaran melalui internet.
  3. Memutar video yang berkaitan dengan materi pembelajaran
  4. Menampilkan gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
  5. Mengirim informasi/pesan dari guru (komputer server) ke siswa (komputer client).
  6. Mengirim tugas/ulangan kepada siswa dan mengumpulkannya kembali melalui komputer server.
  7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses materi melalui internet.
  8.  Menggunakan ruang ini sebagai laboratorium bahasa karena di dalamnya terdapat headphone yang disambungkan dengan tiap computer dan bisa mendengar suara guru dari computer server.
Upaya membuat anak betah belajar disekolah dengan memanfaatkan teknologi multimedia, merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Untuk itu, peran serta masyarakat dan orangtua , komite sekolah merupakan partner yang dapat merencanakan dan memajukan sekolah.

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *