Blog untuk Pendidikan

Tampilkan postingan dengan label Metode Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

BRizey Printing: Percetakan Banner/ Spanduk/ Baliho Termurah di Pontianak

Foto Binardi Complaint.


SampanPesisir - Percetakan yang termurah di Pontianak ini sangat cocok untuk Anda yang ingin mencetak banner/baliho/spanduk, karena di tempat ini ditawarkan harga murah. Tidak hanya percetakan banner/baliho/spanduk saja yang tersedia, toko ini menyediakan juga jasa sablon kaos satuan/lusinan, cetak stiker murah, buat stempel laser dan lain-lain.

Harga cetak Banner/ Baliho/ Spanduk hanya:
Rp 20.000,- /m2

Bagi Anda yang berminat silakan hubungi No Hp/WA 089699918466
Alamat di Jalan A.Yani komplek Politeknik Negeri Pontianak atau di Jalan Paris 2, Gg Selasih Pontianak

Minggu, 24 April 2016

Penjelasan Pembelajaran Bahasa Berbasiskan Teks (Kontekstual Learning)

Dalam pembelajaran bahasa yang berbasiskan teks, bahasa Indonesia diajarkan bukan sekadar sebagai pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang berfungsi untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis. Teks dipandang sebagai satuan bahasa yang bermakna secara kontekstual. 

Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa 
  1. bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata-kata atau kaidah-kaidah kebahasaan, 
  2. penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna, 
  3. bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dilepaskan dari konteks karena dalam bentuk bahasa yang digunakan itu tercermin ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan 
  4. bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia. 

Sehubungan dengan prinsip-prinsip itu, perlu disadari bahwa di dalam setiap teks terdapat struktur tersendiri yang satu sama lain berbeda. Sementara itu, dalam struktur teks tercermin struktur berpikir. Dengan demikian, makin banyak jenis teks yang dikuasai siswa, makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakannya dalam kehidupan sosial dan akademiknya nanti. Hanya dengan cara itu, siswa kemudian dapat mengonstruksi ilmu pengetahuannya melalui kemampuan mengobservasi, mempertanyakan, mengasosiasikan, menganalisis, dan menyajikan hasil analisis secara memadai.

Teks dapat diperinci ke dalam berbagai jenis, seperti deskripsi, penceritaan (recount), prosedur, laporan, eksplanasi, eksposisi, diskusi, surat, iklan, catatan harian, negosiasi, pantun, dongeng, anekdot, dan fiksi sejarah. Semua jenis teks itu dapat dikelompokkan ke dalam teks cerita, teks faktual, dan teks deskripsi. Dua kelompok yang disebut terakhir itu merupakan teks nonsastra yang masing-masing dapat dibagi lebih lanjut menjadi teks laporan dan teks prosedural serta teks transaksional dan teks ekspositori. Sementara itu, teks cerita merupakan jenis teks sastra yang dapat diperinci menjadi teks cerita naratif dan teks cerita nonnaratif.

Jenis-jenis teks itu dapat dibedakan atas dasar tujuan (yang tidak lain adalah fungsi sosial teks), struktur teks (tata organisasi), dan ciri-ciri kebahasaan teks-teks tersebut. Sesuai dengan prinsip tersebut, teks yang berbeda tentu memiliki fungsi berbeda, struktur teks berbeda, dan ciri-ciri kebahasaan yang berbeda. Dengan demikian, pembelajaran bahasa yang berbasis teks merupakan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk menguasai dan menggunakan jenis-jenis teks tersebut di masyarakat.

Untuk mentransferkan materi bahasa Indonesia ke siswa melalui pembelajaran kontekstual dapat dengan menggunakan empat tahap pembelajaran, yaitu (1) tahap pembangunan konteks, (2) tahap pemodelan teks, (3) tahap pembuatan teks secara bersama-sama, dan (4) tahap pembuatan teks secara mandiri.

Sumber: 

Fairul Zabadi, Sutejo, Mu'jizah, dan Dad Murniah .2014.Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan : buku guru/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,

Sabtu, 13 Desember 2014

METODE PENGAJARAN

1. Metode Kerja kelompok

Cara mengajar , dimana siswa didalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok. Adapun pengelompokkan itu berdasarkan :
� Adanya alat peraga yang tidak mencukupi jumlahnya
� Kemampuan belajar siswa
� Minat Khusus
� Memperbesar partisipasi siswa
� Pembagian tugas atau pekerjaan
� Kerjasama yang efektif

Keuntungan penggunaan metode kelompok :
� Dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas sesuatu masalah
� Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi
� Dapat memberikan kesempatan pada para sisw untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu kasus
� Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka dan mereka lebih aktif partisipasi dalam diskusi
� Dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan rasa menghargai panda[pat orang lain

Kekurangan metode ini adalah :
� Kerja kelompok sering kali hanya menlibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan yang kurang
� Strategi ini kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yangberbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda pula
� Keberhasilan kerja kelompok ini tergantung kepada kemampuan sisw memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri

2. Metode Penemuan ( Discovery)

Proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses mental adalah mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan.

Kelebihan metode discovery adalah :
� Mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan , serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa
� Dapat membangkitkan kegairahan belajar para siswa
� Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing
� Mampu mengarahkan cara siswa belajar , sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar giat
� Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri
� Berpusat pada siswa tiadk pada guru

Kelemahan metode penemuan ini adalah :
� Siswa harus ada kesiapan dankematangan metal
� Bila kelas terlalu besar penggunaan tehnik ini kurang berhasil
� Bagi guru dan siswa yangsudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan metode ini
� Proses mental terlalu mementingkan proses pengertian saja , kurangmemperhatikan perkembangan / pembentukan sikap dan keterampilann nagi siswa
� Tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif

3. Unit Teaching

Tehnik ini memberi kesempatan siswa belajar secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai cara belajar secara unit. Pengajaran unti ini ada 3 fase :
� Fase perencanaan/permulaan
  • Guru membagi kelas ke beberapa kelompok
  • Membagi tugas dengan masalah yang akan dibahas
  • Setiap kelompok menunjukkan pencatatn laporankemajuan dan hasil kerja kelompok
  • Guru menunjukan sumber-sumber untuk memecahkan masalah
� Fase pengerjaan unit
  • Siswa terjunkelapangan,belajar diperpustakaan, meneliti laboratorium, mengamati 
  • Guru mengntrol apa yangdikerjakan siswa, memberi saran/pertanyaan, membantu merumuskan kesimpulan bila perlu
� Fase kulminasi
  • Hasil kerja siswa dibawa kembali ke sekolah
  • Hasil informasi disusn ,diolah, sehingga menghasilkan sesuatu yang bisa dilihat orang banyak misalnya hasil kerajinan, hasil perkebunan atau lainnya

Keunggulan Unit Teaching adalah :
� Siswa dapat belajar secara keseluruhan yang bulat sehingga hasil pelajarannya menjadi lebih berarti baginya
� Pengajaran menimbulkan suasana kelas demokratis
� Siswa bisa menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas
� Dapat direalisir prinsip-prinsip psikologi belajar modern

Kelemahan metode ini :
� Untuk merencanakan unti tidak mudah
� Memerlukan seorang ahli yang betul-betul menguasai masalah
� Memerlukan kecakapan, ketekunan
� Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa
� Kemungkinan pelajaran disajikan tidak mendalam karena terlalu luas sehinga pengetahuan siswa hanya bersifat mengambang

4. Micro Teaching

Mikro teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segala dikecilkan atau disederhanakan, yaitu :
� Jumlah murid , 5 sampai 6 orang
� Waktu mengajar antara 5 sampai 10 menit
� Bahan pelajaran hanya mencangkup satu atau dua unit kecil yang sederhana
� Keterampilan mengajar difokuskan pada beberapa keterampilan khusus saja

Kebaikan Micro teaching adalah:
� Pengalaman Laboratories
� Menunjang pelaksanaan praktek keguruan
� Mengurangi kesulitan /kerumitan dalam pengajaran di kelas
� Memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang mantap, teliti dan obyektif
� Mahaiswa dilatih bersifat kritis
� Memupuk percaya diri sendiri bagi mahasiswa
� Mengembangkan mahasiswa untuk aktif, kreatif serta bekerja efektif, produktif , efisien yang disertai penuh tanggung jawab
� Sebagai wadah untuk mencari model keterampilan mengajar yang sesuai
� Menampung proses mengajar ulangan sehingga ada kesempatan untuk memperbaiki secara langsung
� Mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat kelemahan /kebaikan serta mendorong untuk memperbaikinya
� Tempat yang baik untuk mengembangkan dan mengadakan research dalam kegiatan belajar mengajar
� Merupakan jembatan antara teori dan praktek mengajar
� Menggalang kerjasama mahasiswa/dosen/guru
� Merupakan arena pengabdian masyarakat

Kelemahan Micro Teaching adalah :
� Dapat menimbulkan efek departementalisasi akan keterampilan mengajar
� Dsalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada keterampilan guru sebagai pengajar bukan sebagai guru dalam arti yang luas yaitu pendidik dam senagai pengajar
� Memerlukan biaya yang banyak , peralatan mahal serta tenaga ahli dalam bidangh teknis maupun bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya

5. Metode Inquiri

Keunggulan tehnik inquiri adalah :
� Dapat membentuk dan mengembangkan �self-concept� pada diri siswa sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik
� Membantu dalam menggunaka ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru
� Mendorong siswa untuk berpikirr dan bekerja atas inisiatif sendiri
� Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesa sendiri
� Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang
� Memberi kepuasan yang bersifat intrinsic
� Siswa dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional
� Dapat memberi waktu siswa scukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi

6. Metode Penampilan

Metode Penampilan berbentuk pelasanaan paktek oleh siswa dibawah bimbingan dari dekat oleh Pengajar.
Jika metode ini dipergunakan dalam pengajaran harus :
� Memberikan penjelasan yang cukup kepada siswa selama berpraktek
� Melakukan tindakan pengamana sebelum kegiatan praktek dimulai untuk keselamatan siswa yang menggunakan

Metode Penampilan digunakan :
� Pelajaran telah mencapai tingkat lanjutan
� Kegiatan pembelajaran bersifat normal, latihan kerja atau magang
� Siswa mendapat kemungkinan untuk menerapkan apa yang dipelajari kedalam situasi yang sesungguhnya
� Kondisi praktek sama dengan kondisi kerja
� Adanya bimbingan selama praktek
� Kegiatan ini menjadi remedial bagi siswa

Keterbatasan penggunaan metode ini adalah :
� Membutuhkan waktu yang lama
� Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh dan dipelihara secara terus menerus
� Membutuhkan pengajar yang lebih banyak

7. Metode Diskusi

Metode ini merupakan interaksi antar siswa atau siswa dengan guru untuk menganalisa, memecahkan masalah, menggali atau memperdebatkan topik atau permasalahan tertentu.Yang dibutuhkan bila menggunakan metode ini adakah :
� Menyediakan bahan/topik atau masalah yang akan didiskusikan
� Menyebutkan pokok-pokok masalah yang akan dibahas atau memberikan penugasan studi khusus kepada siwa sebelum menyelenggarakan diskusi
� Menugaskan siswa untuk menjelaskan , menganalisa dan meringkas.
� Membimbing diskusi , tidak memberi ceramah
� Sabar terhadap kelompok yang lamban dalam mendiskusikannya
� Waspada terhadap kelompok yang tampak kebingungan atau berjalan dengan tidak menentu
� Melatih siswa dalam menghargai pendapat orang lain

Model ini cocok digunakan :
� Siswa berada di tahap menengah atau tahap akhir proses belajar
� Pelajaran normal atau magang
� Perluasan pengetahuan yang telah didiskusikan
� Belajar mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengambil keputusan

8. Metode Ceramah

Metode ini berbentuk penjelasan konsep, prinsip dan fakta pada akhir perkuliahan ditutup dengan Tanya jawab antara dosen dan mahasiswa . Metode ini dapat dilakukan :
� Untuk memberikan pengarahan , petunjuk diawal pembelajaran
� Waktu terbatas, sedangkan materi / informasi banyak yang akan disampaikan.
� Lembaga pendidikan sedikit memiliki staf pengajar dengan siswa yang banyak

Kelebihan Metode Ceramah :
� Guru mudah menguasai kelas
� Mudah mengorganisasikan tempat duduk / kelas
� Dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah besar
� Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
� Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik

Keterbatasan metode ceramah adalah :
� Keberhasilan siswa tidak terukur
� Perhatian dan motivasi siswa sulit diukur
� Peran serta siswa dalam pembelajaran rendah
� Pembicara sering melantur
� Bila sering digunakan dan terlalu lama membosankan

9. Metode Demonstrasi

Metode demontrasi dapat dilaksanakan manakala:
� Kegiatan pembelajaran berrsifat normal, magang atau latihan bekerja
� Bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak
� Guru, pelatih , instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang
� Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan
� Untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan/ praktik yang kita laksanakan
� Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan
� Bila beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi

Batas-batas metode ini adalah :
� Demonstrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat didemostrasikan tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa
� Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktivitas dimana para siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktifitas itu pengalaman ptribadi
� Tidak semua hal dapat didemosntrasikan di dalam kelompok
� Kadang-kadang bila suatu alat dibawa ke dalam kelas kemudian didemonstrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses dalam situasi nyata
� Jika setiap orang diminta mendemostrasikan maka dapat menyita waktu yang banyak dan membosankan bagi peserta lainnya

Kelebihan metode ini :
� Mebuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret
� Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
� Proses pengajaran lebih menarik
� Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan

Kekurangan Metode ini :
� Memerlukan keterampilan guru secara khusus
� Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
� Memrlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang

10. Metode Tanya jawab

Metode Tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh siswa.

Kelebihan metode ini :
� Lebih mengaktifkan siswa dibandingkan dengan metode ceramah
� Siswa akan lebih cepat mengerti , karena memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas atau belum dimengerti sehingga guru dapat menjelaskan kembali
� Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat
� Mengetahui perbedaan pendapat anatar siswa dan guru , dan akan membawa kearah suatu diskusi
� Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa

Keterbatasan metode ini adalah :
� Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit
� Mempersyaratkan siswa memiliki latar belakang yang cukup tentang topik atau maslah yang didiskusikan
� Dapat menimbulkan beberapa masalah baru
� Mudah menyimpang dari pokok persoalan
� Metode ini tidak tepat digunakan pada tahap awal proses belajar bila siswa baru diperkenalkan kepada bahan pembelajaran yang baru
� Apatis bagi siswa yang tidak terbiasa dalam forum

11. Metode Studi Mandiri

Metode studi mandiri berbentuk pelaksanaan tugas membaca atau penelitian oleh siswa tanpa bimbingan atau pengajaran khusus. Metode ini digunakan :
� Pada tahap akhir
� Dapat digunakan pada semua mata pelajaran
� Menunjang metode pembelajaran yang lain
� Meningkatkan kemampuan kerja siswa
� Mempersiapkan siswa untuk kenaikan tingkat
� Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperdalam minatnya tanpa dicampuri siswa lain

12. Metode Pembelajaran Terprogram

Metode ini menggunakan bahan pelajaran yang disiapkan secara khusus. Ketika menggunkan metode ini , yang harus diperhatikan adalah :
� Siswa-siswa harus benar-benar memiliki seluruh bahan, alat-alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelajaran tersebut
� Siswa harus benar-benar tahu bahwa bahan tersebut bukan tes
� Tersedianya sumber yang dapat membantu siswa apabila mengalami kesulitan
� Secar periodik, siswa harus dicek kemampuannya untuk memnuatnya benar-benar belajar

Metode ini dugunakan apabila :
� Kurang mendapat interaksi social
� Semua tahap belajar , dari permulaan sampai dengan proses akhir belajar siswa dapat deprogram secara lengkap/utuh
� Pelajaran formal , belajar jarak jauh dan magang
� Mengatasi kesulitan perbedaan individual
� Mempermudah siswa belajar dalam waktu yang diinginkan

Keterbasan metode ini adalah :
� Bahan pelajaran yang telah dikumpulkan dengan baik membuat setiap siswa melalui urutan kegiatan belajar yang sama. Hal ini membuat metode kurang fleksibel
� Biaya pengembangan yang tinggi
� Siswa kurang mendapat interaksi sosial

13. Metode Tugas dan Resitasi

Metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukankegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak , sementara waktu sedikit. Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah (PR), tetapi jauh lebih luas.
Langkah-langkah yang harus diikuti metode tugas dan resitasi adalah :

� Fase Pemberian tugas
o Tujuan yang akan dicapai
o Jenis tugas yang jelas dan tepat
o Sesuai dengan kemampuan siswa
o Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
o Sediakan waktu yangcukup untuk mengerjakan tugas tersebut

� Langkah Pelaksanaan Tugas
o Diberikan bimbingan/ pengawasan oleh guru
o Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
o Diusahakan /dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
o Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh

� Fase mempertanggungjawabkan Tugas
o Laporan siswa baik lisan/ tertulis dari apa yang dikerjakannya
o Ada Tanya jawab/diskusi kelas
o Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maunpun non tes

Kelebihan Metode ini adalah :
� Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
� Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru
� Dapat membina tanggung jwab dan disiplin siswa
� Dapat mengembangkan kreativitas siswa

Kekurangannya adalah :
� Siswa sulit dikontrol mengenai pengerjaan tugas
� Khusunya untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan adalah anggota tertentu saja , sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
� Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan pervedaan individu siswa
� Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa

14. Metode Latihan

Metode ini disebut juga metode training, merupakan suatu cara mengajar yangbaik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode ini dapat digunakan juga untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan , kesempatan dan keterampilan

Kelebihan metode ini adalah :
� Untuk memperoleh keclapan motorik seperti menulis, melafalkan huruf, kata-kata atau kalimat, membuat alat-alat , menggunakan alat-alat (mesin permainan dan atletik) dan termapil menggunakan peralatan olah raga.
� Memperoleh kecakapan mental seperti dalam perkalian , menjumlahkan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda dan sebagainya
� Untuk memeproleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat seperti huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan symbol, membaca peta dan lainnya
� Pembetukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
� Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak nenerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya
� Pembentukan kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks , rumit menjadi lebih otomatis

Kekurangan Metode Latihan :
� Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian
� Menimbulkan penyesuaian secara statis keada lingkungan
� Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secar berulang-ulang merupakan hal yang monoton, mudah membosankan
� Membentuk kebiasaan yang kaku, karena bersifat otomatis
� Dapat menimbulkan verbalisme

15. Metode Latihan bersama teman

Metode ini memanfaakan siswa yang telah lulus atau berhasil. Dalam pengunaan metode ini yang perlu diperhatikan adalah :
� Seorang siswa memperhatikan seorang siswa yang telah mencapai tingkat lanjut dalam melaksanakan semua tugas dibawah bimbingan pelatih
� Setelah mengenal tugas tersebut, siswa dilatih dalam keterampilan melakukannya
� Setelah lulus , ia menjadi pelatih untuk siswa lainnya

Kelemahan metode ini adalah :
� Terbatasnya siswa yang dapat dilatih dalam satu periode tetentu
� Kegiatan latihan harus senantiasa dikontrol secara langsung untuk memelihara kualitas

16. Metode Simulasi

Metode in menampilkan symbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses kejadian atau benda yang sebenarnya.

Penggunaan metode ini perlu memperhatikan beberapa hal :
� Pada tahap permulaan proses belajar, diperlukan tingkat dibawah relaitas . Siswa diharapkan mengidentifikasikan lokasi tujuan, sifat-sifat benda, tindakan yang sesuai dengan kondisi tertentu, dan sebagainya
� Pada tahap pertengahan proses belajar, diperlukan tingkat realitas yang memadai. Siswa diharapkan dapat mempelajari sesuatu dalam kaitan dengan pengetahuan yang lebih luas dan memulai mengkoordinasikan keterampila- keterampilan.
� Pada tahap akhir, diperlukan tingkat realitas yang tinggi.
� Siswa diharapkan dapat melakukan pekerjaan seperi yang seharusnya

Metode ini dilakukan bila :
� Pendidkan formal atau magang
� Memberi kegiatan-kegiatan yang analogis
� Memungkinkan praktek dan umpan balik dengan resiko kecil
� Diprogramkan sebagai alat pelajaran mandiri

Kelemahan metode ini :
� Biaya pengembangannya tinggi dan perlu waktu lama
� Fasilitas dan alat-alat khusus yang dibutuhkan mungkin sulit diperoleh serta mahal harganya dan pemeliharaannya
� Resiko siswa atau pengajar tinggi

17. Metode Pemecahan Masalah

Metode ini dikenall sebagai Metode Brainstorming merupakan metode yang merangsang berpikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Metode ini dapat dilaksankan pabila siswa telh berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula.

Penggunaan metode ini dengan mengikuti langkah-langkah sebagi berikut :
� Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan
� Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut
� Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut
� Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut
� Menarik kesimpulan artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi

Kelebihan Metode Pemecahan Masalah :
� Dapat membuat pendidikan sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan khususnya dengan dunia kerja
� Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil ,
� Merangsang pengembangan kemampuan berpikir seiswa secara kreatif dan menyeluruh.

Kekurangan Metode ini adalah :
� Mementukan masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa , sekolah dan kelas serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa.
� Seringmemerlukan waktu yang cukup banyak dan seringmengambil waktu pelajaran lainnya
� Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan masalah sendiri atau kelompok

18. Metode Studi Kasus

Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah kejadian, atau situasi tertentu , kemudian siswa ditugasi mencari alternative pemecahannya. Metode ini dapat dikembangkan atau diterapkan pada siswa, manakala siswa memiliki pengetahuan awal tentang masalah ini

Keterbatasan metode ini :
� Mendapatkan kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa
� Mengembangkan kasus sangat mahal

19. Metode Insiden
Metode ini mirip dengan metode studi kasus akan tetapi siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang suatu kejadian atau peristiwa

20. Metode Praktikum
Metode ini dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan , aba-aba petunjuk

21. Metode Proyek

Metode ini merupakan pemberian tugas kepada semua siswa untuk dikerjakan secara individual. Siswa dituntut untuk mengamati, membaca, meneliti,. Kemudian siswa dimintakan untuk membuat laporan dari tugas yang diberikan kepadanya dalam bentuk makalah. Metode ini bertujuan membentuk analisis masing-masing siswa

Kelebihan metode ini :
� Dapat merombak pola pikir siswa dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan
� Anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan , sikap dan keterampilan dengan terpadu yang diharapkan dalam kehidupan sehari-hari

Kekurangan Metode Proyek adalah :
� Kurikulum yang berlaku belum menunjang pelaksanaan metode ini
� Organisasi bahan pelajarn, perencanaan dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru sedangkan guru belum disiapkan untuk ini.
� Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik , cukup fasilitas dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan
� Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas

22. Metode bermain peran

Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dus siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan metode ini adalah:
� Penetuan topik
� Penentuan anggota pemeran
� Pembuatan lembar kerja
� Latihan singkat dialog
� Pelaksanaan pemainan peran

23. Metode Seminar

Merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif dankepada mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.

24. Metode Simposium

Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang metri tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.

Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda.

25. Metode Sosiodrama

Ialah cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peranan tertentu yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan metode ini adalah :
� Agar siswa dapat menghayati dan mengehargai perasaan orang lain
� Dapat belajar bertanggung jawab
� Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan
� Merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah

Kelebihan Metode Sosiodrama :
� Siswa terlatih berinisiatif serta kreatif
� Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya
� Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah
� Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain
� Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya

Kekurangan Metode Sosiodrama :
� Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama menjadikurang aktif
� Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan maupun waktu pelaksanaan pertunjukan
� Memerlukan tempat yang cukup luas jika tbermain sempit menjadi kurang bebas
� Kelas lain sering terganggu oleh suara para pemain dan penonton yang terkadang bertepuk tangan dan berperilaku lainnya

26. Metode Tutorial

Merupakan cara menyapaikan bahan pelajaarn yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikantentang masalh-masalah dan kemajuan yang ditemui secara periodik.

27. Metode Deduktif

Metode deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atu contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan teori ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus.

Metode ini tepat dipergunakan :
� Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari
� Isi pelajaran meliputi terminology, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berpikir kritis,
� Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicara yang baik
� Waktu yang tersedia sedikit

28. Metode Induktif

Metode induktif dimulai dengan pemberan berbagai kasus , fakta , contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian sswa dibimbing untuk berusaha keras mensitesiskan, merumuskan atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajarn tersebut . Metode ini disebut metode discovery atau Socratic

Metode ini tepat digunakan :
� Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan , terampil mengulang pertanyaan dan sabar
� Waktu yang tersedia cukup panjang


29. Metode KaryaWisata

Ialah Suatu cara penguasaan bahan pelajaran oleh para siswa dengan jalan membawa mereka langsung ke objek yang terdapat diluar kelas atau dilingkungan kehidupan nyata.

Kelebihan Metode Karyawisata :
� Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran
� Membuat bahan yang dipelajari disekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat
� Pengajaran dapat lebih merangsang kretifitas anak

Kekurangan metode ini :
� Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak
� Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang
� Sering unsure studinya terabaikan
� Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik siswa di lapangan
� Biaya nya cukup mahal
� Memerlukan tangung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata jangka panjang dan jauh

30. Metode Eksperimen

Metode ini adalah metode pemebrian kesempatan kepada siswa perseorangan dan kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan

Kelebihan metode eksperimen :
� Dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri
� Siswa dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi tentang ilmu dan teknologi
� Akan terbina manusia yang membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia

Kekurangan Metode Eksperimen :
� Tidak cukup alat-alat mengakibatkan tidak setiap siswa berkesempatan mengadakan eksperimen
� Metode ini menuntut ketelitian , keuletan dan ketabahan
� Memerlukan jangka waktu yang lama
� Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi

31. Metode Bercerita

Ialah suatu cara mengajar dengan bercerita. Pada hakekatnya metode bercerita sama dengan metode ceramah. Karena informasi disampaikan melalui penuturan atau penjelasan lisan dari seseorang kepada oaring lain

Kelebihan Metode Bercerita :
� Guru mudah menguasai kelas
� Guru dapat meningkatkan kosentrasi siswa dalam waktu yang relative la,a
� Mudah menyiapkannya
� Mudah melaksanakannya
� Dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah banyak

Kekurangan Metode Bercerita :
� Siswa terkadang terbuai dengan jalannya cerita sehingga tidak dapat meengambil intisarinya
� Hanya Guru yang pandai bermain kata-kata atau kalimat
� Menyebabkan siswa pasif karena guru aktif
� Siswa lebih cenderung hafal isi ceita daripada sari cerita yang dituturkan


Daftar Pustaka :

1. Drs Sayiful Bahri Djamarah, Drs Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tiga , Agustus 2006

2. Drs Sayiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak didk � dalam interaks edukatif, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan Pertama , Februari 2000

3. Dra. Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mangajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tujuh , Maret 2008















ANEKA METODE PEMBELAJARAN

1. Metode debat
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.
Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.

2. Metode Role Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playingsebagai berikut.
a. Seluruh siswa mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerja sama.
b. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
c. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
d. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
e. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

3. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.

4. Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Langkah-langkah:
a. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
b. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
c. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
d. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
e. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

5. Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
a. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
b. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
c. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
d. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
e. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
f. Kesimpulan guru.
g. Penutup.

6. Picture and Picture
Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah:
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b. Guru menyajikan materi sebagai pengantar.
c. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
d. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
e. Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
f. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
g. Kesimpulan/rangkuman.

7. Numbered Heads Together
Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar di mana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Langkah-langkah:
a. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
b. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
c. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.
d. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja sama mereka.
e. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
f. Kesimpulan.

8. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Paraguru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Parasiswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut.
a. Seleksi topik
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.

b. Merencanakan kerja sama
Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.
c. Implementasi
Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.

d. Analisis dan sintesis
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
e. Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
f. Evaluasi
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.

9. Metode Jigsaw
Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.
Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai �ahli� dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.

10. Metode Team Games Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Adalima komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:

a. Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.

b. Kelompok
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.

c. Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

d. Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.

e. Team recognize (penghargaan kelompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan �Super Team� jika rata-rata skor 45 atau lebih, �Great Team� apabila rata-rata mencapai 40-45 dan �Good Team� apabila rata-ratanya 30-40.
11. Model Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.
Langkah-langkah:
a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).
b. Guru menyajikan pelajaran.
c. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
d. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
e. Memberi evaluasi.
f.Penutup.

12. Model Examples Non Examples
Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.
Langkah-langkah:
a. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.
c. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan/ menganalisis gambar.
d. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
e. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
f. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
g.Kesimpulan.

13. Model Lesson Study
Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.

14. Metode ceramah
Metode ceramah adalah penyajian pelajaran oleh guru dengan cara memberikan penjelasan secara lisan kepada siswa. Penggunaan metode ceramah sangat tergantung pada kemampuan guru. Hal ini karena metode ceramah mudah disajikan dan tidak banyak memerlukan media.

15. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah cara penyampaian suatu pelajaran melalui interaksi dua arah dari guru kepada siswa atau dari siswa kepada guru agar diperoleh jawaban kepastian materi melalui jawaban lisan guru atau siswa. Dalam metode tanya jawab, guru dan siswa sama-sama aktif. Siswa dituntut untuk aktif agar mereka tidak tergantung pada keaktifan guru.

16. Metode Demonstrasi
Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.

17. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara memecahkan masalah yang dipelajari melalui urun pendapat dalam diskusi kelompok. Dalam pembelajaran dengan metode diskusi ini makin lebih memberi peluang pada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran walaupun guru masih menjadi kendali utama.

18. Metode Simulasi
Simulasi adalah pembelajaran untuk menguasai konsep atau keterampilan melalui kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan.

19. Metode Pemberian tugas
Pemberian tugas adalah metode pembelajaran untuk menguasai materi pelajaran melalui pemberian tugas-tugas yang harus diselesaikan siswa baik secara individual maupun secara kelompok. Setiap metode pembelajaran dibahas menurut pengertian, tujuan, alasan penggunaan, kekuatan dan kelemahannya, cara mengatasi kelemahan, dan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran.

20. Metode Kerja kelompok
Metode Kerja kelompok adalah metode pembelajaran yang dipilih guru untuk menguasai materi pelajaran yang harus diselesaikan oleh siswa secara kelompok.

21. Metode Karya wisata
Metode Karya wisata adalah metode pembelajaran yang dilakukan untuk mempelajari materi pelajaran dengan cara mengunjungi secara langsung tempat dimana materi pelajaran itu berada.

22. Metode Penemuan
Metode Penemuan adalah prosedur pembelajaran yang mementingkan pembelajaran perorangan, manipulasi objek, dan percobaan sebelum sampai kepada generalisasi. Setiap metode pembelajaran dibahas menurut pengertian, tujuan, alasan penggunaan, kekuatan dan kelemahannya, cara mengatasi kelemahan, dan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran.

23. Metode Eksperimen
Metode Eksperimen adalah prosedur pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan percobaan untuk membuktikan sendiri sesuatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari.

24. Metode Pembelajaran Unit
Metode Pembelajaran Unit adalah prosedur pembelajaran dimana siswa dan guru mengarahkan segala kegiatannya pada pemecahan suatu masalah yang dipelajarinya melalui berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.

25. Metode Pembelajaran dengan Modul

Metode Pembelajaran dengan Modul adalah prosedur pembelajaran yang dilakukan dengan menyiapkan suatu paket belajar yang berisi satu satuan konsep tunggal bahan pembelajaran untuk dipelajari sendiri oleh siswa dan jika ia telah menguasainya baru boleh pindah ke satuan paket belajar berikutnya.

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *